News

Peserta KB di Kabupaten Bandung Mencapai 102.515 Akseptor

Posted date : 5 April 2012

Bupati Bandung, H.Dadang Mohamad Naser, SH, S.Ip mengungkapkan Program Keluarga Berencana (KB) pada prinsipnya diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam pengendalian penduduk Kabupaten Bandung yang telah mencapai 3.215.548 jiwa.  Untuk mengurangi jumlah penduduk sebesar itu, Pemkab Bandung telah membuat kebijakan program dan kegiatan dalam pengendalian kelahiran.

" Hal itu ditandai dengan telah tercapainya peserta KB di Kabupaten Bandung sebanyak 102.515 akseptor..", ucap Bupati Dadang Naser saat membuka Acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda ) Program KB Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2012, yang berlangsung di Gedung Dewi Sartika Soreang, Selasa (03/04).

Hadir dalam acara tersebut Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Ir.Hj.Siti Fathonah, M.Ph, Ketua TP PKK Kab.Bandung, Hj. Kurnia Dadang M.Naser, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kab.Bandung, Dr.Grace Mediana, sejumlah unsur Muspida Kab. Bandung, unsur SKPD, Camat, serta anggota kepengurusan TP PKK Kab.Bandung.

Dengan capaian akseptor KB tersebut, menurut Dadang Naser maka dapat dikendalikan sebanyak 102.215 kelahiran, jika diasumsikan satu kelahiran memerlukan biaya Rp.600.000 untuk biaya persalinan yang ditanggung oleh pemerintah, maka telah menghemat anggaran sebesar Rp.61,5 milyar per tahun, " Tentunya anggaran penghematan tersebut bisa dialokasikan untuk  hal lain misalnya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan..", imbuh Dadang.

Namun demikian, diakui Dadang dengan keberhasilan target tersebut, pemerintah daerah masih dihadapkan pada berbagai permasalahan, antara lain yaitu masih rendahnya peran kaum pria dalam ber KB yang hanya mencapai 2,5%. Selain itu peserta KB juga masih tertumpu pada suntik sebesar 53% dan pil sebanyak 23 %, Total Fertility Rate (jumlah kelahiran) masih 2,35% dan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,56%.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Ia menilai diperlukan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat, agar pengendalian penduduk melalui program KB dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu menurunkan jumlah kelahiran menjadi 2,10 dengan Net Reproduksi Rate (NRR)=1,0, " Sehingga diharapkan   terjadi Penduduk Tumbuh Seimbang pada tahun 2015..", harapnya pula.

Jika mencermati kondisi kependudukan saat ini, menurut Sekretaris BKBPP Kab.Bandung, M.Khaerun, SH, MPh,pihaknya telah melakukan upaya melalui intensifikasi Program KB. Khaerun menilai upaya itu amat penting dilakukan mengingat Program KB pada era reformasi perlu terus ditingkatkan, " Kurang terfasilitasinya penduduk melakukan pembatasan kelahiran akan mengakibatkan peningkatan pertumbuhan penduduk dan peningkatan tersebut umumnya bersumber dari kelahiran yang tidak di inginkan ..", jelas Khaerun.

Dijelaskan Khaerun, sampai dengan bulan desember 2011, jumlah peserta KB di Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 542.758 akseptor atau 83,42% dari Pasangan Usia Subur (PUS) sebesar 650.758. Sedangkan jumlah peserta KB aktif Pria sampai bulan Desember 2011 tercatat sebanyak 13.586 akseptor atau 2,50% dari total peserta KB aktif 542.758 akseptor dengan kontrasepsi MOP sebanyak 5.620 akseptor dan kondom sebanyak 7.966 akseptor.

Ia menambahkan, Program KB Mandiri di Kabupaten Bandung mulai diminati masyarakat. Hal tersebut menurutnya, membuktikan bahwa Program KB di mata masyarakat Kabupaten Bandung sudah menjadi suatu kebutuhan. Ini ditunjukkan dengan data yang ada sampai bulan Desember 2011, peserta melalui klinik KB Pemerintah sebanyak 3.519 akseptor atau 46,60%, sementara melalui klinik swasta sebanyak 331 akseptor atau 4,38 %, klinik KB Dokter Praktek Swasta (DPS) sebanyak 27 akseptor atau 0,36% dan melalui Klinik Bidan Praktek Swasta sebanyak 3.675 akseptor atau 48,66%, “ Jika melihat data tersebut dapat diasumsikan tanpa di himbau pemerintah pun, masyarakat sudah memiliki kesadaran sendiri bahwa KB adalah suatu keharusan..�, tegasnya pula.

 

URL Source:

http://www.bandungkab.go.id/arsip/2464/peserta-kb-di-kabupaten-bandung-mencapai-102515-akseptor

View more news »